Showing posts with label WANITA HEBAT. Show all posts
Showing posts with label WANITA HEBAT. Show all posts

Berkenalan dengan guru Bisnis Online

Namanya mbak Nadia Meutia, pasti sudah banyak yang kenal ya hehehe akhirnya saya pun menjadi muridnya dengan belajar via LINK ini

Ibuku Idolaku

Oleh : Dra. Adriani Purbo, Psi. MBA

----------------------------------------------------------

Seorang ibu pasti akan merasa senang dan bangga bila berhasil menjadi idola bagi anaknya. Bagaimana tidak, karena sebagai idola berarti tokoh ibu menjadi sosok yang disenangi atau dicita-citakan oleh anak. Sebagai sosok idola maka karakter ibu menjadi suatu hal yang melekat dalam jiwa anak dan sangat berpengaruh atau berperan dalam kehidupan anak. Dengan menjadi idola, seorang ibu akan lebih mudah untuk mengarahkan anaknya, sekaligus juga sebagai suri tauladan bagi sang anak guna pengembangan potensi-potensinya di kemudian hari.

Sosok ibu yang secara kodrati "dekat" dengan anak - karena telah melahirkan, merawat dan menyusui anaknya - ternyata tidak secara otomatis bisa menjadi tokoh idola anak. Penyebab utamanya biasanya terletak pada kurangnya ketrampilan dan wawasan pengetahuan ibu dalam mengurus dan membesarkan anak. Adanya perbedaan karakter tiap anak, perbedaan usia dan tahapan perkembangan anak serta perbedaan zaman menuntut adanya wawasan pengetahuan yang luas, kesediaan diri untuk terus memperbaiki diri, kreativitas serta ketrampilan seorang ibu dalam memberikan pengasuhan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Penyebab lain yang dapat menjadikan seorang ibu sulit untuk menjadi tokoh idola bagi anaknya adalah lingkungan di sekitar anak yang sangat berpengaruh. Misalnya anak terlalu banyak menonton TV atau membaca komik sehingga tokoh-tokoh yang dijadikan idolanya adalah tokoh-tokoh utama dalam film yang ditontonnya atau tokoh-tokoh yang ada dalam komik yang dibacanya. Sejauh tokoh-tokoh yang diidolakan anak itu memang memiliki karakter yang baik, mungkin tidak menjadi masalah. Namun apabila karakter yang diidolakan anak ternyata kurang baik, maka hal ini tentunya akan mempengaruhi perkembangan pribadinya kelak.

Untuk menjadi ibu yang diidolakan anak, memerlukan proses berkesinambungan yang dilandasi oleh kemauan serta kasih sayang yang besar. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa ibu lakukan:

1..Selalu berusaha mendekatkan diri pada anak dengan selalu menjalin interaksi dan komunikasi yang positif dan akrab dengan anak. Misalnya berbincang-bincang bersama mengenai hal-hal yang dialami anak di sekolah pada hari itu, dimana ibu sekaligus bisa menggunakan momen tersebut untuk menyelipkan pesan moral di dalamnya.

2.. Tanggap dan sensitif terhadap kebutuhan-kebutuhan fisik anak yang dirasa penting - tanpa diminta anak - namun tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada. Misalnya saja mengganti kaos kaki anak yang sudah kendur, mengupayakan asupan makanan yang bergizi namun disukai anak, melengkapi peralatan sekolah anak, dsbnya. Dengan cara ini, anak merasa sangat "istimewa" diperlakukan demikian sehingga merasa nyaman dan bangga memiliki ibu seperti ini.

3.. Tampilkan sifat-sifat khas seorang ibu, yang telah dianugrahkan Tuhan seperti sifat "keibuan", lemah lembut dan mengayomi sehingga kebutuhan psikologis anak seperti rasa aman, nyaman dan kasih sayang dapat terpenuhi. Kemampuan ibu untuk memenuhi kebutuhan psikologis anak, disamping kebutuhan fisiknya, membuat ibu menjadi sosok yang sangat dibutuhkan, dikagumi sekaligus disenangi anak.

4.. Sediakan waktu untuk bersama-sama anak menikmati berbagai aktivitas yang menyenangkan anak, seperti bermain di lingkungan rumah, rekreasi ke pantai , dsb. Kebersamaan yang terjalin akrab akan membuat anak bahagia dan merasakan bahwa kehadiran ibu merupakan sosok yang menyenangkan baginya.

5.. Bersedia menjadi tempat "curhat" bagi anak. Jadilah pendengar yang baik bagi anak sehingga anak bisa bebas mengekspresikan perasaan-perasaannya. Pahami pola fikir anak sesuai dengan tahapan usianya, berusahalah untuk empati dan menerima anak apa adanya, hindari kritikan yang berlebihan, celaan atau sesuatu yang membuat anak merasa tak nyaman, terancam, terpojok dan selalu disalahkan.

6.. Memperluas wawasan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengasuhan anak, misal melalui membaca buku, ikut seminar tentang pengasuhan anak, konsultasi dengan para ahli yang berpengalaman dalam pengasuhan anak atau dengan ibu-ibu yang dianggap telah berhasil menjadi tokoh idola bagi anaknya, dsb. Dengan bertambahnya wawasan dan informasi, diharapkan akan membimbing ibu untuk mampu bertindak bijaksana, berfikir kreatif dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul dan mampu memberikan yang terbaik bagi anaknya, sehingga anak benar-benar merasakan manfaat adanya ibu, misalnya ibu bisa menjadi sumber inspirasi dan pemberi semangat bagi anak.

7.. Bersedia untuk introspeksi atau terus memperbaiki diri agar tercipta kedekatan dengan anak. Hindari sikap merasa paling benar dan tidak peduli terhadap pendapat atau kritikan anak karena hal ini justru akan membuat ibu "jauh" dari anak.

8.. Jangan biarkan anak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang dapat memperkecil kesempatan ibu menjalin interaksi dengan anak dan menanamkan nilai-nilai yang baik bagi anak. Misalnya dengan tidak membiarkan anak menonton TV terlalu lama tanpa didampingi ibu, bermain games komputer terus menerus, dsb.

sumber : sahabat nestle

Penyebab Dia Selingkuh

sumber : hanyawanita.com


Mendengar kata selingkuh pasti membuat hati menjadi sedikit emosi dan kuping terasa panas mendengarnya. Siapapun manusia di dunia ini tidak menginginkan suami atau pasangannya selingkuh dengan wanita lain.

Jika waktu Anda pacaran dan pasangan selingkuh, hati ini pasti sakit dan pedih rasannya. Rasanya dunia ini mau runtuh dan perasaan pun menjadi tidak karuan. Menyebalkan bukan? Pada waktu pacaran saja, hal ini saja sudah membuat Anda sakit hati dan sebal dengan kekasih Anda.

Bagaimana dengan mereka yang sudah berumah tangga dan harus menerima kenyataan kalau suaminya selingkuh? Pastinya hal ini seribu kali lebih menyakitkan jika dibandingkan dengan masa pacaran dulu.
Jika hal ini terjadi dalam rumah tangga Anda, janganlah Anda langsung menyalahkan pasangan dia. Ingatlah dengan pepatah “tidak ada api kalau tidak ada asap”, mungkin suami berselingkuh salah satu penyebabnya dikarenakan Anda. Tetapi perlu diingat, pasangan Anda berselingkuh penyebabnya bukan 100% karena Anda, karena memang ada laki-laki yang memiliki sifat yang sudah dari sana seperti itu.

Di bawah ini ada beberapa penyebab suami berselingkuh, mungkin setelah membaca ini Anda memiliki gambaran dan menemukan jalan keluar yang sedang Anda hadapi. Penyebabnya itu sebagai berikut :

Mungkin Anda sering melihat pria yang memiliki pendamping wanita cantik dengan badan aduhai. Tetapi yang tidak habis dipikir tetap saja pria-pria tersebut masih selingkuh, seolah-seolah tidak puas dengan apa yang dimilikinya sekarang. Hati-hati dengan jenis pria seperti ini karena biasanya kepribadiannya tidak mantap, kurang bisa dipercaya dan sangat mengagungkan kesenangan pribadi diatas kepentingan orang lain.

Masalah seks. Bisa saja diam-diam pasangan Anda merasa tidak puas dengan seks yang sekarang Anda berdua jalani. Kalau sudah begitu biasanya laki-laki mencari “lawan” yang mampu mengimbangi dirinya. Tidak heran jika pria jenis ini sering “jajan” di luar.

Kurangnya intensitas Anda dan suami berkomunikasi. Masalah ini juga sering dijadikan alasan pria suka berselingkuh. Salah satu contoh, istri terlalu sibuk mengejar kakir sehingga menelantarkan rumah tangganya dan selalu pulang malam. Kapan waktu Anda dan suami berkomunikasi?

Penghasilan suami jauh dibandingkan dengan penghasilan seorang istri. Suami merasa dirinya sudah dihargai lagi keberadaanya, padahal pencari nafkah terbesar ada di tangan seorang pria. Lengkap sudah penderitaan suami jika Anda pun bersikap arogan.

Rutinitas perkawinan yang telah berlangsung lama, kadang sudah kehilangan kegembiraan. Hal ini kadang menjadi alasan para pria untuk mencari “kegembiraan” di luar rumah.

Jika Anda masih sayang dengan perkawinan pernikahan yang sekarang dijalani dan ingin sekali mempertahankannya, coba lah untuk intropeksi diri sendiri. Mungkin salah satu dari penyebab suami Anda berselingkuh ada diatas memang karena Anda sendiri. Perbaikilah sebelum terlambat.

Mengelola Emosi dengan Terapi Ikhlas

Anda kerap merasa lelah, stres dan tertekan padahal cukup istirahat? Bahkan dokter yang memeriksa pun tidak menemukan ada tanda-tanda penyakit, namun kok Anda merasa ada yang 'tidak beres' dengan tubuh. Banyak yang merasa seperti itu, masalahnya bukan ada di tubuh, melainkan di jiwa dan pikiran Anda yang lelah.


Reza Gunawan, praktisi penyembuhan holistik menyatakan stres dapat menurunkan kekebalan tubuh yang pada akhirnya berujung pada sakit secara fisik, akibat imunitas menurun drastis. Emosi negatif banyak menguras energi, sehingga kita merasa lelah dan capai luar biasa. Salah satu cara yang biasa dipakai untuk membuangnya dengan relaksasi.

Menurut Reza, relaksasi adalah salah satu cara 'lari sejenak' namun sifatnya hanya sementara, karena akar masalahnya tidak dituntaskan.

"Stres tidak hilang, hanya bersifat lupa untuk sementara, namun dia tetap tinggal di alam bawah sadar," ujar Reza dalam acara arisan Female Radio di Jakarta, belum lama ini.


Nah, stres yang ditekan dan masuk bawah sadar tersebut bisa mempengaruhi tubuh atau fisik, akibatnya keseimbangan hormon terganggu, nyeri tubuh, gangguan pencernaan, tekanan darah berubah dan berbagai keluhan lain yang kerap dilontarkan pasien.

Agar stres tidak hanya 'pergi' untuk sementara, terpenting yang kita lakukan adalah mengelola emosi. "Jika selama ini cara mengelola emosi yang Anda kenal hanyalah dengan menekan atau mencari pelarian dan melampiaskan emosi, maka stres tersebut masih menumpuk di bawah sadar dan menyebabkan berbagai keluhan sakit," lanjutnya.


Reza menyarankan untuk mengelola hati dan emosi Anda dengan mengikhlaskan (releasing). "Ikhlas tidak selalu berarti memasrahkan, tetapi tetap berupaya namun hati dibersihkan dulu," imbuhnya.
Maksud lajang berusia 30 tahun ini adalah jika kita punya keinginan yang tidak tercapai, kita ikhlaskan keinginan tersebut. Jika ada kejadian yang membuat kita merasa marah setiap kali mengingatnya, ikhlaskan kejadian tersebut. Sulit memang, tapi dengan latihan teratur hal ini bukan tidak mungkin dilakukan. Untuk mendapatkan perasaan tentram dan damai, Reza menganjurkan kita melakukan terapi tentram ikhlas (Tapas Acupressure Technique /TAT).


Ternyata teknik Tapas ini sederhana saja, caranya letakkan ujung ibu jari dan jari manis Anda di sudut mata dalam, tidak perlu ditekan, cukup disentuh. Lalu jari tengah ada di antara kedua alis, sementara tangan satunya, diletakkan di belakang kepala sejajar dengan telinga.

Lakukan posisi TAT tersebut, sambil menjalani empat langkah berikut, ucapkan di dalam hati :
Segala hal atau perisitwa yang menyebabkan perasaan ....(isi sendiri, sesuai isi hati Anda) sudah terjadi.
Segala hal atau peristiwa yang menyebabkan perasaan.... sudah terjadi, sudah berlalu, dan sekarang saya bisa rileks.
Segala akar penyebab dari perasaan.... ini sekarang disembuhkan, terima kasih Tuhan.
Segala hidup dalam tubuh saya, hati dan pikiran saya, serta hidup saya yang menyimpan perasaan.... ini sekarang disembuhkan, terimakasih Tuhan.

Lakukan langkah pertama maksimal 4 menit, sedangkan langkah 2-4 cukup 1-2 menit atau sampai perasaan marah dan kesal tersebut hilang. Terapi TAT tersebut bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun setiap kali Anda merasa marah atau sedih terhadap suatu hal.

Efeknya? Luar biasa, menurut mereka yang sudah mempraktikannya...

sumber : hanyawanita.com

Mempertahankan Diri bagi para Wanita

Kadang dalam keseharian, kita tak sempat
berfikir bahwa ternyata ada banyak
bahaya yang sedang mengincar di
sekeliling kita.

Kepada para gadis di belantara kota,...
Kepada para wanita yang kadang tak tahu
harus berbuat apa....
Kepada para ibu yang mesti tahu
bagaimana harus bertindak di saat-saat itu...

Please take the time to read this.
I know all of you smart enough to know
these pointers but there will be some,
where you will go "Hmm, I must remember that."
After reading, forward it to someone you
care about, never hurts to be careful in
this crazy world we live in.

Semoga membantu!

1. Tip dari Tae Kwon Do:
Siku adalah poin terkuat dari tubuh kita.
Jika kita cukup dekat dengan musuh,
gunakan siku

2. Jika perampok meminta dompet atau tas tangan,
JANGAN BERIKAN PADANYA. TETAPI LEMPARLAH
KE ARAH LAIN.
Kesempatannya adalah dia lebih tertarik
pada dompet atau tas tangan daripada diri
kamu dan dia akan pergi mengambilnya.
LARILAH DENGAN KENCANG KE ARAH YANG BERLAWANAN!

3. Wanita memiliki kecenderungan masuk
ke dalam mobil setelah shopping, makan, bekerja,
dsbnya dan duduk didalamnya
sambil mengecek checkbook, making list, dsbnya.
JANGAN LAKUKAN INI!
Para pemangsa kan mengawasimu dan ini
adalah kesempatan yg bagus bagi dia
untuk masuk dari tempat duduk penumpang,
meletakkan pistol di kepalamu dan
memerintahkanmu kemana harus pergi.
SEGERA SETELAH MASUK KE DALAM MOBIL,
KUNCILAH PINTU DAN PERGI.

4. Beberapa catatan tentang bagaimana
menuju mobil di area tempat parkir:

a. Waspadalah: lihat keadaan di
sekeliling kamu, lihat ke dalam mobilmu
dan kursi belakang.

b. Jika kamu parkir disebelah van yang besar,
masuklah ke dalam mobil dari pintu kursi penumpang.
Kebanyakan pembunuh menyerang korban
mereka dengan menarik mereka ke dalam
van mereka ketika korbannya mencoba
masuk ke dalam mobilnya.

c. Lihatlah mobil yang diparkir
disebelah kanan kiri mobilmu.
Jika seorang pria duduk sendirian di
mobil yang dekat dengan mobilmu,
kamu bisa berjalan kembali ke mall atau
tempat kerja, dan meminta polisi atau
satpam untuk menemani kamu kembali ke mobil.
LEBIH BAIK SELAMAT DARIPADA MENYESAL.
(Dan lebih baik parno alias paranoid
daripada mati sia-sia)

5. SELALU menggunakan elevator daripada
tangga darurat. Sangat bahaya sendirian
disana dan itu merupakan tempat kejahatan terbaik.

6. Jika pemangsa memiliki senjata dan
kamu di bawah kekuasaannya, LARILAH!
hanya 4 peluru yang akan mengenai kamu
(a running target) dalam 100 kali tembakan.
Dan bahkan kebanyak tembakan BUKAN pada
bagian tubuh yang vital. Jadi BERLARILAH!

7. Sebagai wanita, kita selalu berusaha
untuk bersimpati pada orang lain. STOP IT!
Ini akan mengakibatkan kamu diperkosa
atau terbunuh. Ted Bundy, seorang pembunuh berantai,
adalah pria yang tampan, berpendidikan tinggi,
yang SELALU memanfaatkan simpati dari wanita
yang tidak curiga sama sekali. Dia berjalan
dengan sebuah tongkat atau dengan
terpincang-pincang dan selalu meminta
pertolongan untuk masuk ke dalam mobilnya,
kemudian dia akan menarik korbannya.

Semoga membantu, dimanapun kalian berada!

Take care,

Artikel : Jangan Ucapkan ini pd Anak

Bicara pada anak, kelihatannya memang sepele. Tapi percayalah, jika tak jeli memilih kata-kata dan kalimat, bisa berdampak buruk bagi si kecil.
Tak mau, kan, buah hati jadi tak punya percaya diri, merasa dirinya jadi pecundang, atau terus-menerus diliputi rasa bersalah?

Sering, kan, kita dengar seorang ibu menegur balitanya dengan ucapan, "Kalau kamu enggak nurut, nanti Ibu tinggal!" Maksudnya, sih, supaya si anak menurut. Tapi yang sebetulnya terjadi, "ancaman" seperti itu hanya membuat perasaan anak terluka. Orang tua sering lupa, kalimat yang dilontarkan pada anak, amat berpengaruh pada rasa percaya diri, kesehatan emosional, dan kepribadiannya. Dengan kata lain, ada hubungan kuat antara kalimat yang dipakai dengan sikap dan tingkah anak kelak.

Sederet kata memang bisa berdampak positif, juga negatif. Asal tahu saja, bahasa bisa jadi salah satu sumber kekerasan terhadap anak. Pendek kata, perhatikan dan pilih betul kata-kata yang akan disampaikaan pada buah hati.

Kalau emosi sedang memuncak, coba, deh, tinggalkan si kecil sejenak, tarik napas dalam-dalam, jalan-jalan, atau minum air putih. Emosi pun akan turun dan kita jadi bisa berpikir lebih tenang. Setelah itu, baru ajak anak berkomunikasi.

Berikut sejumlah kalimat tabu untuk dilontarkan pada si buah hati.

1. "Gara-gara kamu, Ayah dan Ibu jadi pisah."
Tak seorang anak pun bisa dijadikan alasan perceraian orang tuanya. Seorang anak tak selayaknya menanggung beban yang sedemikian berat. Meski hal itu benar adanya dan disampaikan dengan halus, tetap saja anak akan merasa sangat bersalah. "Seandainya saya tak nakal, pasti Ayah dan Ibu enggak pisah," begitu yang seringkali timbul di benaknya.

2. "Kalau enggak berhenti menangis, Ibu tinggal kamu di sini!"
Ketakutan terbesar dari seorang anak adalah berpisah atau ditinggalkan sendirian. Apalagi oleh orang tuanya. Mengancam anak dengan kalimat seperti itu dengan tujuan anak mau menuruti perintah dan berhenti melakukan suatu tindakan, jelas tidak bijak. Lebih bijaksana jika memberinya pilihan. Misalnya, "Sayang, jika kamu tetap saja berteriak-teriak seperti itu, lebih baik kita pulang saja, ya. Ibu baru mau meneruskan belanja kalau kamu berhenti berteriak-teriak. Terserah, kamu mau pilih yang mana?" Alternatif lain adalah dengan mengalihkan perhatian anak atau menghentikan kegiatan untuk sementara. Siapa tahu, Anda atau si kecil memang sudah capek dan perlu istirahat.

3."Mestinya kamu malu pada diri sendiri."
Rasa bersalah akan segera menyergap anak jika kita mengucapkan kalimat seperti itu. Sementara orang tua justru yakin, kalau anak merasa bersalah, ia pasti bakal mengubah kelakuan dan jadi menurut. Memang, rasa bersalah atau rasa malu bisa membuat seseorang, termasuk anak, mengubah perilakunya sesuai yang diharapkan. Namun, jangan salah. Pada saat yang sama, ia juga akan merasa dirinya sebagai pecundang. "Saya memang anak nakal, tak bisa bikin orang tua senang," "Saya selalu salah," dan sebagainya. Ujung-ujungnya, rasa percaya diri anak menurun drastis.

4. "Kami tak pernah mengharapkan kamu."
"Nyesel rasanya Ibu melahirkan kamu! Kalau tahu kamu bakal senakal ini, lebih baik kamu tak lahir saja." Kalimat seperti ini sungguh tak bisa diampuni. Tak peduli apa kesalahan anak atau selembut apa pun disampaikan, tetap saja tak dibenarkan untuk dilontarkan. Sebab, hanya menunjukkan ada yang tak beres dalam hubungan orang tua dan anak. Jika ini yang terjadi, segera cari tahu, apa yang salah dalam hubungan dengan si kecil. kalau perlu, segera minta bantuan ahli.

5. "Kenapa, sih, enggak bisa seperti adikmu?"
Saat orang tua membandingkan anak dengan saudaranya, berarti salah satu di antaranya dianggap kurang. Kalimat ini membawa pesan pada anak, ia tak lebih pandai, tak lebih baik, dan tak lebih cakap dibanding saudaranya. Kalimat, "Kamu memang tak seperti kakakmu," akan membuatnya merasa dikucilkan dan bisa berdampak hingga ia dewasa.

Membanding-bandingkan antara saudara juga akan menciptakan persaingan tak sehat di antara mereka. Alhasil, mereka jadi "hobi" bertikai dan akhirnya merusak hubungan antar-anak. Terimalah setiap anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ingat, tiap anak adalah individu unik.

6. "Pokoknya lakukan seperti kata Ibu!"
Kalimat ini membawa pesan, "Kamu, kan, anak kecil,tahu apa, sih? Ibu, kan, lebih tahu dan lebih pintar. Tugas saya adalah memberi tahu dan tugas kamu adalah mematuhi apa yang saya katakan!"

Kalimat ini akan menciptakan kebencian pada diri anak. Lain halnya jika disampaikan dalam bentuk yang bisa mengundang empati anak, semisal, "Ibu benar-benar capek, Sayang."

7. "Sini, biar Ibu yang bikinin."
"Sini, biar Mama yang kerjakan," "Kali ini, Ibu mau bantu kamu." Jika kalimat-kalimat itu selalu dilontarkaan setiap kali anak mendapat kesulitan, sama artinya dengan menciptakan rasa tak berdaya atau tak mampu dalam diri si kecil. Cara ini juga membuka peluang bagi anak untuk melakukan hal yang sama di masa depan.

Kalau cuma dilakukan sekali, sih, tak masalah. Tapi dua kali, berarti pola sudah tercipta. Tiga kali dan seterusnya? Berarti Anda sudah menciptakan pekerjaan baru bagi diri sendiri.

ORANG TUA BAIK, ANAK JUGA JADI BAIK
Memberi anak motivasi agar berperilaku baik, sebetulnya tak sulit, kok. Orang tua pun tak perlu menggunakan sikap otoriter yang justru bikin anak tertekan.

* Ubah sikap
Orang tua adalah model bagi anak. Jadi, coba cari tahu, apa yang membuat anak melakukan hal-hal yang tak Anda "setujui." Bisa saja, mereka meniru dari Anda. Coba catat, apa perilaku baik yang dilakukan anak minggu ini dan catat pula apa yang Anda lakukan di minggu yang sama. Jika Anda berlaku "baik," bisa dipastikan anak pun akan bertingkah baik pula.

* Buat aturan main
Apakah Anda sudah membuat aturan yang jelas di dalam keluarga? Termasuk untuk anak-anak Anda? Misalnya, setiap bangun tidur harus membereskan sendiri tempat tidur. Aturan akan membantu anak melakukan hal-hal positif tanpa kita perlu bersikap keras. Yang tak kalah penting, bersikaplah konsisten. Sekali Anda berkompromi dan melanggar aturan, anak pun akan punya cara untuk keluar dari aturan. Caranya? ya, dengan cari-cari alasan agar tak perlu ikut aturan.

* Cintai buah hati
Anak, di usia berapa pun, selalu ingin membuat orang tuanya senang. Mereka adalah makhluk yang dipenuhi kasih. Tak ada anak yang berniat mencelakakan ibunya, kan? Perhatian dan cinta orang tua yang tulus dan tanpa pamrih pada mereka adalah motivator terkuat bagi anak.

* Tetapkan tujuan
Apa, sih, sebetulnya tujuan Anda mendidik dan membesarkan anak? Coba tulis, apakah Anda ingin membesarkan anak menjadi orang yang penuh cinta kasih atau yang disiplin, dengan cara apa pun? Nah, cermati betul, apa kira-kira hasil yang akan diperoleh dari tujuan tadi. (Tabloid Nova)

Artikel : 9 keinginan anak kpd orang tua

Ternyata, anak pun punya harapan kepada orang tua. Mereka menginginkan orang tua yang punya waktu luang untuknya, yang mau berbagi, dan sebagainya. Apa lagi?

Sudah seminggu ini Tesa diam membisu. Tak mau makan, enggan belajar, bahkan berbicara pun pelit. Selidik punya selidik, ternyata gadis 8 tahun ini tengah ngambek dan kesal pada orang tuanya. Menurutnya, orang tuanya hanya peduli pada diri mereka sendiri, dan membiarkan dirinya tumbuh sendiri bersama orang lain alias pembantu yang setiap hari mengasuhnya.

Terlalu sibuk, itu alasan klise kenapa banyak orang tua yang akhirnya menyerahkan urusan si kecil pada baby sitter atau pembantu. Padahal, anak menginginkan orang tua yang mau memerhatikan mereka. Apa lagi keinginan anak yang perlu diketahui orang tua?

1. WAKTU LUANG
"Mama, kok, sibuk terus, sih? Memangnya kerja enggak ada liburnya?" protes Tesa suatu hari pada sang mama.
Ya, boleh-boleh saja Anda sibuk berkarier di luar rumah, karena tujuan bekerja pasti untuk anak juga. Namun, anak pun menginginkan Anda memiliki waktu luang baginya. Jadi, Anda harus pintar me-manage waktu. Yang pasti, Anda harus menetapkan hari libur yang tak boleh lagi diusik dengan pekerjaan. Pergunakanlah waktu libur bersama anak.

2. KASIH SAYANG
Kebutuhan anak tak hanya kebutuhan fisik. Hal ini seringkali tidak disadari para orang tua yang sibuk berkarier. Mereka berpikir, melimpahi anak dengan harta benda sudah cukup.
Padahal tidak, kasih sayang dan perhatian Andalah yang paling penting untuk anak. Bentuk perhatian tidak melulu harus hadiah, tetapi dengan menemaninya belajar ataupun bermain, sudah cukup membuat anak senang.

3. TIDAK BERTENGKAR
Orang tua kadangkala tidak menyadari, saat emosi mereka memuncak, masalah anak dikesampingkan. Cekcok di depan anak lalu tak lagi jadi masalah, tidak peduli apakah anak merasa tertekan atau tidak, yang penting amarah itu bisa terlampiaskan.

Cara ini jelas salah. Boleh-boleh saja Anda dan pasangan bertengkar, tetapi janganlah di depan anak. Secara psikologis, ini tidak baik untuk perkembangan anak. Jiwanya akan tertekan dan ia akan bingung, siapa yang harus dibela dan disalahkan. Ayahnya-kah atau ibunya-kah? Nah, jika persoalan muncul, sebaiknya selesaikan saat anak tidak di rumah atau sedang tidur, sehingga ia tidak melihat atau mendengar orang tuanya tengah 'berantem'.

4. TIDAK PILIH KASIH
Ninies mempunyai 2 anak. Tesa dan Oiya. Nah, si kecil Oiya diberi perhatian yang lebih dibandingkan Tesa. Pikirnya, si kakak juga akan mengerti bahwa adiknya itu bungsu. Jadi, wajar saja jika ia berlaku demikian.
Padahal, cara ini jelas salah dan tidak mendidik. Jangan sekali-sekali membedakan kasih sayang antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jelas ini akan membuat anak yang dinomorduakan cemburu. Jangan pernah membuat batasan, yang bungsu harus lebih disayang daripada yang besar. Kalau tidak

5. RAMAH
"Mama jahat, Mama judes! Tesa benci sama Mama!", protes Tesa suatu hari pada sang Mama. Pasal kekesalannya, karena ketika temannya berkunjung ke rumah, mamanya tidak bersikap ramah. Memang, sih, ia tidak memberitahukan teman-teman sekolahnya akan datang, sehingga merepotkan mamanya menyiapkan makanan.

Sikap orang tua yang tidak bersahabat pada teman-teman si kecil jelas akan membuat anak merasa tidak nyaman. Dan ini sangat sering terjadi. Saat orang tua bete dan tidak siap menerima kedatangan teman anaknya, timbullah sikap tidak bersahabat. Untuk itu, meski suasana hati sedang tidak nyaman, cobalah tetap bersikap ramah pada teman-teman si kecil. Ingat, anak tak siap menerima perlakuan seperti itu dan akan berontak jika orang tuanya mempermalukannya.

6. MENEPATI JANJI
Janji adalah utang yang harus ditepati. Hal ini seringkali terlupakan para orang tua. Mereka menganggapnya sepele dan merasa tidak perlu harus selalu menepati janjinya pada si kecil. Bisa jadi, orang tua memang lupa, tapi sebaiknya hindari ingkar janji.
Ninies misalnya. Ketika Tesa sakit dan sulit minum obat, ia menjanjikan akan memberikan hadiah tas baru kalau mau minum obat. Namanya anak, diiming-iming dapat hadiah jelas saja bersemangat. Setelah sembuh, janji itu ditagih. Ternyata janji tinggal janji. Jelas saja si anak kecewa yang berujung dengan aksi ngambek dan nangis.

Sebaiknya, jangan pernah memberikan janji pada anak, jika hal itu hanya Anda maksudkan bercanda atau tidak sungguh-sungguh. Anda tidak mau, kan, dicap anak sebagai orang tua pembohong? Jika Anda sudah telanjur janji, sebaiknya ditepati.

7. PINTAR
Hal lain yang perlu Anda ketahui, anak ternyata juga menginginkan punya orang tua yang pintar dan cekatan. Tidak harus menjadi seorang profesor, tetapi setiapkali ia bertanya, Anda bisa menjawabnya.
Berikan jawaban yang masuk akal. Sebaiknya, berikan jawaban yang simpel dan tidak terlalu rumit, karena justru akan membuat anak bingung. Dalam hal pelajaran misalnya, Anda bisa mengikuti perkembangan belajar anak dari hari ke hari dan membaca buku pelajarannya. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan solusi saat si anak mengalami kesulitan dalam belajar.

8. JADI TEMAN
Hubungan antara orang tua dan anak seringkali tidak harmonis, karena orang tua membuat batasan, tidak mau mengakrabkan diri pada anak dengan alasan agar anak segan. Padahal, sebagai anak, mereka juga menginginkan orang tua tidak saja menjadi tempat untuk meminta ataupun berlindung, melainkan juga bisa diajak berbagi alias curhat.
Nah, inilah yang terkadang tidak disadari para orang tua. Sulit membaur dalam kehidupan anak, membuat jarak, dan tidak mau tahu masalah yang dihadapi anak. Mulai sekarang, cobalah menata kembali hubungan Anda dan anak agar lebih akrab. Sehingga posisi Anda tak hanya sebagai orang tua, tetapi juga bisa sebagai teman.

9. MAMPU MENGATASI MASALAH
Seringkali, orang tua tidak menyadari sikapnya, dan mengeluh di depan anak. Keluhan Anda pun bermacam-macam, dari masalah keluarga sampai urusan pekerjaan yang membuat bingung si kecil. Mau tidak mau, ini melibatkan anak untuk turut berpikir dalam persoalan yang Anda hadapi. Padahal, itu tidak perlu. Kenapa harus berbagi masalah dengan anak? Apa yang dapat Anda harapkan dari seorang anak yang masih kecil dan pola pikirnya belum luas? Kalaupun anak memberikan pendapat, pasti Anda tidak puas karena tidak sesuai dengan yang Anda harapkan. Jadi, bicarakan masalah Anda dengan pasangan ataupun orang yang lebih tua dan memahami masalah tersebut. (Tabloid Nova)